Ramadan Sebagai Budaya Yang Besar

Ramadan, bulan yang penuh dengan maghfirah dan ampunan. Bulan dimana dosa diampuni dan pahala dilipatgandakan. Bulan dimana setan dan iblis dibelenggu selama satu bulan penuh.

Ramadan adalah sebuah kegiatan ibadah dan momen yang paling dinanti umat muslim setiap tahunnya. Maka tidak heran, ragam budaya dan festival menghiasi beberapa wilayah di Indonesia untuk menyambut ramadan tiba.

Berikut adalah beberapa budaya menyambut ramadan dari beberapa wilayah di Nusantara:

Megibung di Bali

ramadan

Sebagai penduduk pulau dewata, Masyarakat muslim Bali juga mempunyai budaya dan tradisi unik jelang ramadan. Tepatnya berada di Kampung Islam Kepaon, Karangasem, Bali.

Kegiatan ini berupa acara makan bersama yang disediakan dengan cara duduk melingkar sambil makan bersama nasi dengan lauk pauk sederhana di atas daun pisang atau nampan. Adat ini biasanya dilakukan dan dilaksanakan di hari ke 10, 20, dan 30 ramadan.

Tradisi Bandengan dan Malam Selawe di Gresik

ramadan

Di Jawa Timur, tepatnya di Kota Gresik juga memiliki tradisi yang sangat unik, dilaksanakan di malam ke dua puluh lima di bulan ramadan. Tradisi ini sudah ada sejak Sunan Gresik menyebarkan Islam sehingga terbawa hingga kini.

Kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat di malam ke dua puluh lima yakni berkumpul di masjid sambil melakukan iktikaf untuk menunggu malam lailatul qadar di masjid Giri.

Sebelum larut malam biasanya terdapat kegiatan seperti bazar kuliner dengan suasana yang ramai.

Saat menjelang ramadan di sini juga terdapat tradisi bandengan, yakni perkumpulan masyarakat dengan menyajikan makanan berlauk ikan bandeng yang berukuran jumbo.

Balimau di Minangkabau

ramadan

Kita loncat ke sumatera, tepatnya di Minangkabau. Jika Kamu pergi ke sana saat menjelang ramadan maka Kamu akan melihat tradisi unik masyarakat minang, yakni ritual Balimau.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan mandi perasan air jeruk nipis sambil berendam di aliran sungai atau pemandian.

Tradisi tersebut memiliki makna berupa pembersihan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan yang suci.

Mereka juga kembali pada hal yang alami ketika belum mengenal sabun untuk mandi, dan menggunakan limau atau jeruk nipis untuk membersihkan diri.

Nyorog di Betawi

ramadan

Loncat ke Jawa bagian barat, suku Betawi juga mempunyai tradisi unik dan epik untuk menyambut ramadan, yang disebut Nyorog.

Tradisi ini berupa kegiatan membagi bingkisan biasanya berupa makanan kepada tetangga atau anggota keluarga.

Biasanya dilakukan oleh orang-orang yang berusia muda kepada para orang tua, dengan tujuan meminta doa restu agar ibadah puasa selama satu bulan diberi kelancaran.

Kirab Dandhangan di Kudus

ramadan

Kudus merupakan salah satu daerah terkenal tempat menyebarnya Islam di wilayah Indonesia, dan wali ulamanya dikenal dengan sebutan Sunan Kudus.

Di sini terdapat tradisi yang diberi nama Kirab Dandhangan, yakni kegiatan berkumpul di masjid kudus untuk menunggu penentuan hari pertama ramadan.

Awal mula kegiatan ini sudah ada sejak masa Sunan Kudus berada di sini, kemudian masyarakat biasa menunggu pemberitahuan Sunan tentang awal ramadan.

Kegiatan tersebut pun menjadi kebiasaan hingga saat ini, bahkan tradisi ini bisa dimulai sejak seminggu sebelum penentuan hari pertama bulan ramadan diumumkan.

Unduh-Unduh Ikan di Gunungkidul

ramadan

Beralih ke Yogyakarta, di sini terdapat tradisi unik menjelang ramadan yang disebut sebagai unduh-unduh ikan.

Kegiatannya dilakukan dengan menangkap ikan di telaga, yang diselenggarakan pada akhir bulan ruwah berdasarkan kalender Islam. Biasanya dilakukan sehari sebelum puasa pada hari pertama sehingga ikan bisa dimasak untuk makan.